masi ada sisa area abu-abu.
Area
abu abu smester 1 sampai smester 4 yang dijalani dengan kurang optimal. apa
boleh buat nasi sudah jadi bubur. 12 hari lagi, tepat memasuki gerbang smester
5. Tak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Tuhan selalu memberi
kesempatan buat hambanya yang ingin memperbaiki diri.
Sebagaimana yang dituliskan Tuhan,
nasib siapa yang tahu? akan selalu ada abu-abu untuk misteri hidup. Begitu pula
dengan yang sudah berlalu dengan angin. Lalu saya berjalan dengan mengikuti
alur hidup yang saat ini cukup menyita sebagian waktu, belajar, belajar dan
berorganisasi. Sungguh beribu terima kasih karena dalam kondisi hidup tak
menentu saat itu, Yang di Atas, dengan kasih sayangnya membuka satu jalur baru
dalam hidup.
Meskipun sudah berlarut lama, ada
satu yang mengganjal, sesuatu yang dipercaya salah, lalu terus dilanjutkan
dengan alasan, setiap hidup ada yang mengatur, karena manusia bukan Tuhan, yang
mengatur seluruh hajat hidup orang, biarkan Tuhan untuk mengurus satu hal itu. Setiap malam pun selalu terbersit, apakah ini pembenaran? atau hanya tindakan
egois yang sering dicapkan pada diri saya oleh orang banyak? who knows.
Satu ketika saya pun sedikit
menyinggung satu hal tersebut dengan kiasan pada ibunda dan ayahanda. Dan
jawaban pun sama, "kalau Tuhan sudah berkehendak, mau bilang apa?"
sungguh jawaban menusuk, tapi memang benar. Mau menangis sampai berdarah pun
semua yang terjadi maka terjadilah. kun fayakun.
Di akhir nanti pun, yang akan saya
lakukan adalah menerima keadaan untuk sesuatu yang mustahil untuk diubah
kecuali dengan memutar balik waktu dan mencatat sejarah baru. Mustahil. Mungkin, besok atau suatu hari nanti, saya pun akan bisa terbangun dengan
perasaan lega dan akhirnya pun ikhlas menerima sesuatu yang sudah menjadi
realita hidup di masa kekinian.
Sungguh terima kasih Tuhan, untuk berjuta nikmat yang engkau beri..
