Tetes demi tetes, air hujan yang turun dari langit kian membasahi bumi. Perlahan, tapak tapak sepatu bermunculan, dan memberi tanda bahwa kehidupan masih ada. Bumi ini selalu berputar tentang kehidupan. Menaikkan yang rendah lalu menjatuhkan yang tinggi atau malah berdiam diri menatap layar kosong dan terdengar “good bye” untuk semua kehidupan.

Aku ada karena sebuah kebahigaan, namun hidupku jauh dari kata mewah. Ini yang membuatku untuk selalu berebenah, menjadi seorang jendral dari titik laskar merah. Ini bukan cerita tentang penjajahan, tapi ini kisah perjuangan untuk merebut kemerdekaan. Kemerdekaan??? Ya, kemerdekaan yang selalu direbut oleh para pengutuk yang ada disekitarmu.


Aku adalah Hira, mereka memanggilku pengutuk atau aku yang memanggil mereka sebagai pengutukku. Beberapa hari lalu aku berniat membaca sebuah puisi. Dipanggung yang besar itu, aku berusaha membuat semua penonton setenang mungkin. Aku berjalan perlahan, terus menerus, mendekati ujung depan panggung. Niatku hanya satu, agar penonton tenang, dan aku mulai menyeret semua penonton ke suasana dimana semua penonton berpikir "Aku sedang apa? apa yang sedang aku lakukan?". Tapi, setting panggung yang salah (mungkin disengaja atau tidak) membuatku menginjak setumpuk kabel yang tiba-tiba membuat pinggir panggung mengeluarkan kembang api, semua orang terheran-heran. Lampu juga tiba-tiba ikutan padam. Setelah lampu dinyalakan kembali, Aku tiba-tiba sudah berada di tengah panggung kembali. Akupun mulai berbicara, puisi yang kata mereka sangat indah.


mataku..
mataku..
panggung ini terbelah..
ada ribuan rayap..
tolong aku..
tolong aku..
mataku..
aku tidak bisa melihat..
aku tidak bisa kemana-mana..
kalian semua sekecil tikus berwarna..
api tadi menyakitiku..
mataku.. mataku..
tolong aku (teriak)..
aku takut tikus..
aku alergi rayap..
tapi..
aku masih berdiri..
sampai kalian tau, bahwa aku jatuh..
dan melihat aku lebih dekat..
melihat mataku..


Aku terjatuh dan semua orang malah bertepuk tangan kepadaku. Mereka tidak sadar, kembang api tadi telah melukai mataku. Yang aku bicarakan adalah apa yang menimpaku, apa yang aku lihat. Tapi mereka kembali diam. Itulah aku dan para pengutukku. Karna hidup hanya tentang aku (kamu) dan para pengutuk lainnya.
Manusia hanya bisa berdoa, berencana lalu dilengkapi dengan kerja keras. Kalimat ini mungkin sering dijadikan sebagai obat penenang bagi orang-orang yang pernah merasakan gagal. It’s well. Itu lebih baik, daripada lu jadi manusia yang cuma ngikutinn arah angin lalu terbang dan kembali ke tempat yang sama tanpa ada perubahan yang lu bawa saat lu pergi tadi. Let it flow or enjoying thing as it is.

Gua lagi pengen ngomongin tentang ambisi. Suatu cara yang lu bela-belain ngelakuinnya buat ngedapetin apa yang lu cita-citain, apa yang ingin lu lakukan tapi bukan yang ingin orang lain inginkan. Kepuaasan yang hanya ada dalam diri lu sendiri.
Manusia dikaruniai oleh tuhan cara berpikir yang berbeda beda, ada yang ngejalanin ambisinya dengan perasaan, logika ataupun imajinasi. Mungkin sebagian orang bisa mengkombinasikan 2 dari 3 yang gua sebut diatas atau bahkan seluruhnya. Tapi kalau untuk urusan cara apa yang ingin lu lakuin itu semua terserah lu. Karna gua yakin setiap manusia punya cita-cita yang berbeda, ambisi yang berbeda dan keunikan yang berbeda.


Ok, balik ke cerita sebelumnya. Gua pengen cerita tentang sepatah kalimat ayah Einstein “Logic will get you from A -Z . Imagination will get you everywhere” yang gua artiin sendiri. Gua ngartiin nya kayak gini, gimana sebuah imajinasi bisa ngebawa lu terbang dari A langsung ke Z, tanpa harus melewati B, C, D dan seterusnya. Saat lu ada di titik A lu cukup berbalik badan dan melangkah, lu akan langsung ada di Z. Itu yang gua tangkap dari kalimat Einstein tadi. Bebas dan tanpa mengganggu kebebasan orang lain.


Mulailah untuk tidak mengutuk diri lu sendiri, mulai untuk menyalakan lilin lilin kecil yang ada disekitar, karna dari lilin kecil, lu akan bisa mendapatkan indahnya api unggun. Jangan biarkan cekokan orang lain menjadi perusak ambisi lu dan menidurkan mimpi mimpi lu. Dan satu lagi, jangan biarkan hidup lu kosong tanpa ambisi karna hidup tanpa ambisi itu ibarat burung tanpa sayap, yang akan membatasi penjelajahan lu. :-)
Ini bukan tentang kedamaian. Bukan juga tentang kotak putih yang tenggelam ditengah lautan tapi gak pernah keliatan basah. “I’m nothing, I’m not yet”, ini yang lagi gua rasain sekarang. Baru beberapa hari kemarin usia gua genap 22 tahun. Tapi gua ngerasa gua belum ada apa apa di 22 gua ini. Gua masi terasa kosong, K..O..S..O..N..G!

Sebelumnya gua udah pernah ngerasa kayak gini, dan gua berhasil lolos. Dan sekarang gua lagi nyoba buat ilusi didalam diri gua sendiri. Dimana gua ada didalam kotak putih tadi, yang dibawa lari bersama kuda kuda berotot besi, lalu terbang tinggi bersama para merpati.


Kotak putih itu pernah jatuh, tenggelam ke dasar laut tapi dia gak pernah keliatan basah. Dari ilusi yang gua buat ini, gua bisa belajar kalau gua belum habis, gua belum terlambat untuk menjadi apa apa yang luar biasa.


Mulai untuk tidak mengutuk diri sendiri dalam kegelapan, dan mulailah untuk menyalakan lilin lilin kecil di sekitar anda. Tuhan selalu mendengar niat baik walau itu harus membuka berjuta pintu di hati tiap orang untuk mencapai tempat paling dalam. Terimakasih.
Apa arti hidup bila tak ada semangat. Semangat hilang bukan berarti  kiamat datang. Semangat turun tak ada arti jika tekat bisa menghapus kata tamat.

Well....!


Hari ini gua lagi bingung. Bingung sebingung bingungnya orang bingung. Gua bingung kaya burung yang pergi terbang lalu lupa jalan pulang. Bingung sama semangat gua yang naik turun kayak timbangan. Kalau dia lagi pengen naik ya dia naik, kalau dia mau turun ya dia turun, tanpa bisa dikontrol.


Cecch, decakku..


Sebenarnya gua lagi pengen ngomongin tentang  yang namanya “keajaiban”.  Why? Kenapa gua kaitkan semangat dengan keajaiban. Karna bagi gua keajaiban itu selalu datanag saat semangat lu bener bener gak pernah bisa hisa hilang.


Sebagian orang ada yang begitu mempercayainya, sebagian lagi setengah setengah dan sisanya bilang it’s nothing. Gua adalah orang dibagian pertama, dibagian orang yang mempercainya. Gua percaya sama keajaiban karna gua punya  keyakinan, keyakinan sama yang maha penolong bahwa tuhan akan selalu ada bersama hambanya. Dan secara gak sengaja  gua juga pernah ngeliat keajaiban itu datang ke orang yang ada didekat gua.


Gua pernah baca satu artikel kisah nyata yang isinya berbicara tentang gimana sebuah keajaiban itu bisa hadir ke hidup manusia.


“Seorang anak yang mempunyai sakit parah dan hanya dengan operasi yang mahal ia bisa disembuhkan. Tapi apa daya keluarganya tak punya uang untuk biaya operasinya yang mahal. Hanya dengan keajaiban dia bisa selamat, decak kedua orang tuanya. Kakaknya yang saat itu masi kecil juga, dengan polos dan penuh semangat dia membawa beberapa lembar uang ke apotek untuk membeli keajaiban yang ia dengar dari kedua orang tuanya. ‘Apa disini menjual keajaiban?’ tanya sang kakak kepada apoteker. Setelah berdiskusi lama, apoteker pun menekankan bahwa disini tidak menjual keajaiban. Air mata mengalir di pipi sang kakak. Melihat kejadian itu, seorang lelaki gagah dan berpakaian rapi, menghampiri dan bertanya :
 ‘Keajaiban apa yang dibutuhkan adikmu?’
‘Dia sakit parah dan dia perlu operasi. Tapi orang tuaku tak punya uang cukup untuk itu. Lalu kata ayah sekarang dia hanya butuh keajaiban untuk itu’
Lalu pria itu tersenyum dan mengatakan ‘Bawa aku bertemu dengan orang tuamu’. “

 
Who is men?? Siapa pria itu? Menurut gua mungkin tuhan dengan sengaja menggerakkan langkah kaki pria itu ke apotek untuk bertemu dengan anak kecil itu. Karena pria itu adalah seorang dokter dengan spesialis penyakit yang diderita oleh adik dari si kakak tadi.


Dari sini, gua bisa belajar selama masi ada semangat, usaha, harapan dan doa apapun bisa terjadi. Sekecil apapun itu. Tapi yang namanya kepercayaan itu berasal dari hati, tergantung elu, mau percaya atau enggak terserah lu. Tapi bagi gua, gua akan selalu dan terus percaya sama keajaiban.


Dan hati gua bilang, semoga masi ada keajaiban bagi orang orang yang masih mempercayai keajaiban. ;-)