Hidup
memang sangat menyebalkan, terkadang aku ingin ati dengan diiringi nyanyian
hujan yang mengalun pelan dan hidup kembali, hanya untuk melihat siapa saja
yang akan tertawa dan menangisi kepergianku.
Bagi
mereka yang tertawa atas kepergianku, biarlah mereka tertawa. Anggap saja
mereka adalah manusia si penyebar batu sandungan yang meninggalkannya disetiap
jalan yang kulewati. Tapi, bagi mereka yang menangisiku, STOP CRY, I’M FINE.
Gue mulai bangkit kembali, dari kuburan pikiran, bukan tanah yang mengubur
gue, pikiran gue sendiri, gue mulai membenci pikiran gue, tapi gue gak tau
gimana melakukan perlawanan sama pikiran gue, apa gue harus ngerjain 1000 soal
matimatika kali ya? Haha, nggak lah, semakin larut, kita akan semakin dewasa.
Kehilangan hal yang berharga dan
impian yang kita idamkan emang kaya kita melepas cincin yang udah lama ditangan
kita, kita masih merasakan cincin itu ada padahal nggak. Atau bisa aja gue
nyebut ini dengan kata “salah jalan”. Salah tentang jalan hidup yang udah gua
ambil sekarang. Mumet memikirkannya memang, salah jurusan atau tempat dimana
gua berpijak sekarang.
Gue mulai belajar sesuatu dari gue mandangin keyboard laptop ini, ya, gue
sempat mandanginnya, lumayan lama, dan gue temukan sesuatu, ada huruf disana,
-___-. Dan huruf itu yang selalu ada nemenin gue. Disatu sisi gue takut ngebuat
orang yang gue sayang dan sayang sama gue kecewa. Dua orang malaikat tanpa
sayap yang udah capek capek ngorbanin separuh hidupnya demi gue.
Sekali lagi darah ini ingin ikut berbicara “Rumit, rumit rumit” If i can
chose anything, i will chose hide me and go now.
Hal-hal kecil nemenin gue mulai pagi ini, kopi, musik, game, nggak seperti hari sebelumnya, tubuh gue menolak semunya, semua seperti musuh, tapi kini, suara gue mulai berkobar, haha, gak berkobar juga si, ya seinggaknya gue nyaman kembali, dan momentum ini akan gue pertahanin, gak ada lagi namanya galau atau apalah itu sebutannya, if you’re gonna happen, happen....
Take from today with good life is positive thingking. Bismillah



