Tit tot tit tot. Setiap pagi aku selalu dibangunkan dengan nada alarm yang menyuruhku bangun, sholat dan belajar.Kini, semua itu telah membuatku muak. Yang dulunya sinar mentari selalu kubalas dengan senyumku, tapi sekarang seakan akan sang mentari pun tak mampu menyeretku keluar dari selimut mimpi kebodohanku, seperti pinokio.
Aku tidak bisa mengingat kenapa aku berubah. Mungkin terjadi serangan makhluk makhluk aneh saat aku tidur di tempatku yang tertutup, atau malah senjata biologis yang diam-diam dibuat pemerintah dan melakukan percobaan yang kebetulan dekat dengan tempatku tinggal. Yang jelas, aku hidup, berjalan, bernafas, dan aku tidak berhidung panjang seperti layaknya cerita pinokio.
Aku sudah seperti pinokio, tak jadi diri sendiri lagi dan membohongi diriku. Tak pernah berbuat sesuatu yang merusak diriku tapi sekarang aku senang untuk merusak diriku. Tapi aku tak berbadan kayu dan berhidung panjang. Aku masi sama seperti kalian, makan tidur, bermain, tertawa dan menangis.
Jadi, aku sama sekali tidak terlihat seperti seorang pinokio. Bahkan dokter pun akan menyimpulkan bahwa aku adalah manusia. Bukan karna mereka (manusia) bodoh, tapi karna aku berada di duniaku dan mejadi pinokio disana. Aku bisa menjadi apapun yang aku mau. Aku sama sepertimu. But, how can I go back to being myself again? I am pinokio “No but Yes”
Aku tidak bisa mengingat kenapa aku berubah. Mungkin terjadi serangan makhluk makhluk aneh saat aku tidur di tempatku yang tertutup, atau malah senjata biologis yang diam-diam dibuat pemerintah dan melakukan percobaan yang kebetulan dekat dengan tempatku tinggal. Yang jelas, aku hidup, berjalan, bernafas, dan aku tidak berhidung panjang seperti layaknya cerita pinokio.
Aku sudah seperti pinokio, tak jadi diri sendiri lagi dan membohongi diriku. Tak pernah berbuat sesuatu yang merusak diriku tapi sekarang aku senang untuk merusak diriku. Tapi aku tak berbadan kayu dan berhidung panjang. Aku masi sama seperti kalian, makan tidur, bermain, tertawa dan menangis.
Jadi, aku sama sekali tidak terlihat seperti seorang pinokio. Bahkan dokter pun akan menyimpulkan bahwa aku adalah manusia. Bukan karna mereka (manusia) bodoh, tapi karna aku berada di duniaku dan mejadi pinokio disana. Aku bisa menjadi apapun yang aku mau. Aku sama sepertimu. But, how can I go back to being myself again? I am pinokio “No but Yes”
