Tulisan ini teruntuk kamu yang belum tau siapa dan dimana aku harus sampaikan. Bukan juga bagian dari beberapa kalimat yang mudah untuk di mengerti. Sederhana, sepatah atau beberapa patah kata yang tidak mudah untuk dipatah patahkan. Atau, ini adalah novel yang bercerita tentang kita yang bakal aku persembahkan buat kita dimasa depan nanti. Haha, lebay sih, tapi aku serius “my future wife”.
------------------------------------------------------------------
Dear my future wife
Tuhan menciptakan laki-laki dan kemudian berkata, "aku bisa menciptakan yang lebih baik", dan terciptalah wanita. Tapi, aku belum bisa menemukan yang lebih baik itu didiri kamu. Aku tidak menyangka bisa mencintai orang yang begitu buruk. Kemarahan adalah prisaimu, tanpa sadar untuk setiap menit kemarahanmu, kamu telah kehilangan 60 detik kebahagiaan. Dari seluruh hal yang telah kita bicarakan selama ini, mulai dari caci maki, harapan buntu, kebohongan, pelebelan, hinaan, kesombongan, ego, kekeras kepalaan, aku menemukan banyak alasan untuk pergi tapi aku tinggal, bahkan saat aku tidak di akui dan kamu memiliki banyak alasan untuk tinggal tapi kamu pergi. Tapi, tidak semua orang yang mencintaiku akan meninggalkanku.
Aku tak ada waktu untuk membencimu, karna waktuku sudah ku habiskan untuk mencintaimu. Tapi kamu tidak mau keluar dari kepalaku dan jatuh ke dalam pelukanku sebagai gantinya . I know you'll never be mine, but it's nice to imagine it. Aku adalah gelandangan saat kamu usir aku dari hatimu. Aku terus menerus memaksamu, walau aku sadar betul, cinta tidak dapat dipaksakan, cinta tidak dapat dibujuk dan digoda, cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari.
Dulu, kamu pergi karna kamu menemukan yang lebih baik. Sadarkah kamu? Aku juga akan menemukan yang lebih baik, tapi aku menutup mataku karna aku mencintaimu.Sekarang, kamu mencintaiku, tapi kamu membenciku. Seperti kamu ingin mendorongku dari tebing, kemudian berlari ke bawah dan menangkapku. Aku memiliki dua pilihan dalam hubungan ini, BERDIRI dan menjadi orang yang kamu butuhkan tapi terinjak atau DUDUK sehingga kamu bisa melihat pria lain di belakangku.
Kesalahan terbesarku adalah membiarkanmu menyakitiku dan masih berpikir itu adalah kesalahanku. It's not your fault for hurting me, it's mine for thinking you wouldn't. Apakah kamu tahu apa yg sulit dari menjadi terlalu kuat? Tak seorang pun peduli untuk bertanya jika kamu terluka. Kadang, hal yang tidak dapat kita ubah akhirnya mengubah kita sebagai gantinya. Aku telah berubah, dimatamu aku hanya bersandiwara tanpa mau tau setiap orang mempunyai kesempatan untuk benar . Masihkah aku terlihat bersandiwara? Aku memperlakukanmu dengan baik bukan kepura-puraan, aku melakukannya karna aku takut orang lain akan melakukannya. Aku mencintaimu dan cinta tetaplah menjadi cinta, karna cinta adalah angka nol. Tidak peduli berapa banyak kita menambahkan nol bersama-sama, jumlahnya tetap akan nol. Aku tidak akan memaksamu lagi, i will never expect, never assume, never ask and never demand. Just let it be, cause if it's meant to be, it will happen the way you want it to.
I keep telling myself "this is the last time." But it just keep happening. Seperti sesuatu yang telah aku katakan selalu lupa. Menyakitkan ketika orang mengatakan mencintai kita tapi tidak ingin mendengarkan kita. Suatu hari kamu mungkin menyadari kamu telah kehilangan bulan sambil menghitung bintang. Aku menghilang bukan karena tak lagi peduli. Aku hanya memberikan sedikit waktu untukmu merindukanku. Someday you'll miss me like I missed you. Someday you'll need me like I needed you. Someday you'll want me and maybe I won't want you.
Jadi, mari kita mengabaikan satu sama lain dan berpura-pura orang lain tidak ada, tapi jauh di lubuk hati, tidak seharusnya berakhir seperti ini. Aku sudah selesai mencoba. Jika kamu inginkan aku dalam hidupmu, kamu bisa datang mencariku. Sampai saat itu, terus memperlakukan aku seperti aku tidak ada.Tidak peduli berapa banyak kesalahan yang aku buat atau bagaimana semua kesalahan itu memperlambat aku maju, aku masih jauh di depan semua orang yang tidak pernah mencoba. Belajarlah untuk menghargai, sebelum waktu yg membuat kamu menghargainya. Hanya sekali saja. Ijinkan aku memiliki seseorang yang benar-benar takut kehilanganku, Tuhan.
Rindu ini akan mengalun indah di detik dimana suaramu tak terdengar lagi.
Jagalah apa yang harusnya bisa kau jaga MY FUTURE WIFE.

wah keren kata-kata lo. walau agak galau gitu sih. tetep keren. gua belum tentu bisa buat kayak gini juga.
BalasHapusbtw, itu background dan warna tulisan lo bikin sakit mata nih. mungkin bisa diganti :)
waaahh panjang ya :D
BalasHapusTapi keren, kata - kata yang kamu tulis mengalir dengan indah....
kalau berkenan, mampir balik ke blog aku ya..
salam kenal ^^
waw mungkin ini semacam surat untuk istri di masa depan kali ya? katanya sih kalo kitanya menjaga diri, nanti pasangan kita juga sama. percaya aja sama hal itu.
BalasHapusArman : Makasih kritiknya
BalasHapusAnisa : Makasih, iaa siap, salam kenal juga
Ila rizky : ok
Selamat utk future wife-nya kakak, beruntung sekali. :p
BalasHapusKata-katanya buat jadi mikir gitu, trs galau gitu. Haha.