Schizophrenia as Pinokio





Pada suatu saat, seseorang akan menyadari bahwa ada pemikiran disetiap kejadian yang bahkan pada yang mereka sebut “kebetulan”. Ada pemikiran dibalik tsunami 2006, ada pemikiran dibalik terpilihnya obama, dibalik bom boston dan bahkan dibalik vas yang tersenggol jatuh. Masalahnya adalah, ketika beberapa orang mengingkari pemikiran itu. Bagaimana kita menerima sebuah pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran kita? Sekarang, mari berbicara tentang sebuah kenyataan dan mencoba mencapai batas dari semua kemungkinan. 

Aku begitu senang melihat wajah tanpa lengkungan senyum ataupun deburan tawa dari setiap orang, dalam hatiku “kita sama”. Jika dipilihkan ribuan foto aku akan mencari semua foto yang tidak satupun menunjukkan kebahagiaan di dalamnya. Aku memilih foto ibu yang ditinggalkan anaknya, foto korban perang, atau foto rumah yang hangus terbakar. Beberapa orang mungkin menganggap aku gila, beberapa lainnya menganggap aku aneh dan beberapa lainnya mengutuk ketidaksenanganku pada kebahagiaan. Inilah awal sebuah pemikiran.

Bagaimana jika aku mengatakan pemikiranku adalah bahwa aku adalah schizophrenia. Apa aku akan tetap mereka sebut gila? Aneh? Dan masih mengutukku? Apa mereka malah menambahkan sebutan bodoh karna mereka memiliki pemikiran yang membantah pemikiranku? Jadi, ini saatnya mencoba mencapai batas dari sebuah kemungkinan. Ini tentang membiarkan pemikiranku berjalan di sebelah pemikiran mereka, atau menyilangkan kedua pemikiran tersebut dan mendapatkan titik perpotongan yang menemukan keduanya. 

Kemungkinannya adalah bahwa aku benar-benar schizophrenia atau aku salah mengartikan schizophrenia itu atau malah aku benar-benar seperti yang mereka sebutkan. Tapi, jika pun aku benar-benar seperti yang mereka sebutkan, pemikiran mereka tidak akan menjatuhkan pemikiranku. Intinya adalah jika di sebuah sisi mereka benar tapi disisi lain aku juga benar. Karna satu hal yang nyata dari sebuah pemikiran, “if you think you’re right, you’re wrong”.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar