Kebahagiaan adalah dalam hati, tapi, kapan kita bahagia? Apa yang harus kita lalui untuk menjadi bahagia? Pertanyaan ini, pertanyaan tentang kebahagiaan...
Apa anda sekolah untuk bahagia? Apa anda kuliah, bekerja dan menikah untuk bahagia? Apa anda hidup untuk bahagia? Semudah itukah untuk menjadi bahagia? Yang ada di inti otak gua saat ini adalah tidak hidup untuk kebahagiaan, hidup untuk saat-saat bahagia. Seperti saat ini...
Gua tidak akan bercerita tentang sahabat sahabat gua,
karna mereka tetap seperti dulu, mereka sisi benda yang orang-orang sebut koin, sisi kebahagiaan saya yang lain. So, Thanks for the prayers and words...
Merah, pemberani, persis seperti baju yang dikenakannya. Persis seperti semua keadaan ini, dimana mereka, hanya berani mengucapkan lewat laptop mereka, lewat handphone mereka. Mungkin kalo saat ini adalah hari ulang tahun orang yang aku sayang, aku belum tentu berani untuk mengucapkan itu langsung, karna keadaan seperti itu sudah pernah aku coba, dan kamu masih belum berwarna. Sejak itu, aku langsung membaca BAB terakhir, karna laki-laki memikirkan gadis seperti buku. Jika di halaman pertama kami belum bisa menangkap mata kalian, kami tidak akan repot-repot untuk membaca apa yang ada di dalamnya.
The problem isn't about finding a girl, it's about finding that girl. I’m a player. A heartbreaker. An asshole. A jackass. A loser...And I have a truth. Ini memalukan ketika hal-hal yang ada di pikiran dan dalam hati, tidak pernah mencapai bibir.
Tapi, selamat ulang tahun opik, aku..
Dan terimakasih buat yang udah ngucapin, lewat sms, bbm atau feceebook, tapi maaf gak semuanya ada :)



0 komentar:
Posting Komentar